Dalam modifikasi motor, tak hanya gaya yang dilirik. Dari garapan tangan terampil para modifikator, biasanya ada sesuatu yang unik dan bisa diaplikasi pada motor harian. Seperti gelaran "Motor Plus Skutik Contezt 2010, awal Mei lalu di Senayan, Jaksel, dalam acara Tumplek Blek.
Inilah "virus" modifikasi tersebut.
Dudukan kaliper
Dilihat sepintas mirip lengan ayun (swing arm), yang tanpa sokbreker ganda. Ketika dilongok lebih dekat, komponen variasi ala titanium ini merupakan dudukan kaliper yang diterap Agus Sudar pada Varionya. Karena bagian dekat silencer knalpot kosong, maka dikasih part penopang kaliper ini.
Bros di jari-jari
Johannes Hanafie pasang pernik bros di jari-jari roda depan, mengandalkan multicross ukuran kecil. Sekilas memang unik dan cantik. Apalagi dilihat dari luar, tidak tampak baut pengikatnya.
Silinder bertopi
Model pendingin oli di kelapa silinder biasanya pasang bersama di tutup klep. Cuma kan modelnya itu-itu saja dan dimensi cukup besar dan tinggi. Pada kontes ada yang model gepeng, terpasang di kepala silinder sehingga mirip topi.
Tutup baut monel
Kaliper masih jadi incaran tangan jahil alias maling. Solusinya, banyak yang mengganti baut agar sulit dibuka, seperti pasang baut bintang atau mengeraskan pakai lem khusus. Cara itu, masih bisa raib. Achmad Farhan memakai trik dengan menutup baut ala Monel pada Yamaha Nouvo yang tidak punya media pembukanya.
Standar tinggi
Kalau habis ganbti ban 16 atau 17 inci, tongkrongan motor jadi tinggi. Kondisi ini jelas mengorbankan fungsi standar samping. Mengatasinya, beberapa skutik tambah baut di standar samping, seperti dilakukan Semedy pada Varionya.
Kerlap di bodi
Sofyan memasang bohlam LED pada titik tertentu di bodi Yamaha Mio yang ngejreng itu. Bisa dinilai sebagai terobosan, meski ia memasang untuk mendukung tema modifikasinya yang ceria. Bohlam menyebar dari depan hingga buritan.
0 comments:
Post a Comment